Tumbuh Kembang Anak Istimewa

Tumbuh Kembang Anak Istimewa
"Si Farid kok belum bisa jalan juga ya. Padahal umurnya udah 1 tahun lebih 2 bulan. Anaknya si Anu aja udah bisa jalan. Padahal belum ada setahun" Mamaku mengomentari proses tumbuh kembang cucunya.

Aku tak menanggapi komentar itu. Bagiku, komentar itu wajar diucapkan oleh seorang nenek yang sangat rindu untuk melihat cucu satu-satunya berjalan kesana kemari. Tapi jika diucapkan orang lain untuk membanding-bandingkan anakku dengan orang lain, tentu aku akan memberikan ceramah panjang lebar tentang betapa setiap anak itu istimewa, unik, dan berbeda-beda tahapan tumbuh kembang nya.

Yap, setiap anak itu unik. Setiap anak memiliki tahapan tumbuh kembang yang berbeda satu sama lain. Setiap anak istimewa. Dan setiap orang tua perlu mengetahui, memahami, dan mencamkan hal ini, sehingga kita senantiasa bersyukur atas anugerah terindah yang diberikan Allah kepada kita, yaitu anak-anak dalam asuhan kita.

Memang, di satu sisi, ada teori tentang tumbuh kembang anak. Teori-teori ini memaparkan tentang pencapaian seorang anak pada rentang usia tertentu. Misalnya, menurut Piaget, bayi baru lahir sampai usia 6 minggu hanya bisa bereaksi secara refleks. Bayi usia 6 minggu sampai 4 bulan mulai membentuk kebiasaan-kebiasaan tertentu menghadapi stimulus yang diberikan orang tua. Anak umur 18-24 bulan mulai membentuk skema perilaku, mampu menangkap pelajaran dari suatu hal (insight), dan berkreativitas. Dan seterusnya.

Tapi di sisi lain, tentu ada anak-anak yang tak tercakup dalam teori-teori tumbuh kembang itu. Ada yang mengalami keterlambatan (menurut teori-teori itu). Ada juga yang mengalami akselerasi, berkembang lebih cepat dibanding anak seusianya. Lalu apakah kita berhak untuk mengatakan, si A yang mengalami keterlambatan lebih jelek/bodoh dibandingkan si B yang mengalami akselerasi? Sekali lagi kutegaskan bahwa setiap anak itu istimewa. Allah Yang Maha Adil tentu memberikan modal dasar yang sama pada setiap hambaNya. Tugas kitalah sebagai orang tua, pendidik, dan pemegang amanah anak-anak itu untuk mencari keistimewaan mereka, mendidik, menumbuh kembangkan, dan menjadikan mereka manusia-manusia istimewa ketika mereka dewasa.