Pola Asuh Anak Gaza Palestina

Pola Asuh Anak Gaza Palestina
Keamanan. Mungkin ini merupakan salah satu faktor pendukung terpenting dalam pola asuh dan pendidikan anak. Tak terbayang olehku jika aku dalam suasana perang, ketakutan, letusan senjata dimana-mana, dentuman bom yang setiap saat merenggut jiwa, dan aku masih bisa mendidik anakku dengan baik. Membayangkannya saja sudah cukup menakutkan bagiku. Apalagi tinggal di dalamnya. Di sebuah medan perang.

Keamanan. Adalah Abraham Maslow yang memasukan faktor tersebut kedalam piramida kebutuhan, sebagai faktor terpenting, setelah tercukupinya kebutuhan fisiologikal. Tanpa keamanan, akan sulit - jika tak dibilang mustahil - untuk mewujudkan kebutuhan di atasnya, seperti cinta, keluarga, harga diri, percaya diri, sampai aktualisasi diri.

piramida kebutuhan anak maslow
Jadi, bagaimana caranya mendidik anak tentang cinta, keluarga, percaya diri, tanpa adanya keamanan? Apakah bisa dalam suasana perang yang mencekam, kita mengajarkan kasih sayang kepada anak kita?

Aku jadi teringat tentang kisah anak-anak penghafal Qur'an di Gaza, Palestina. Sejak kecil, anak-anak Gaza dididik untuk berinteraksi dengan Al Qur'an. Dimulai dari keluarga, dan difasilitasi oleh pemerintah, anak-anak ini tersebar dalam ratusan pusat penghafal tahfidz Qur'an yang ada di seluruh jalur Gaza.

Program "Generasi Qur'an untuk Al Aqsha" ini sukses mencetak 870 anak penghafal 30 Juzz Al Qur'an (pada tahun 2010). Sementara puluhan ribu anak yang lain, masih intensif belajar dan menghafal Al Qur'an. Siap diwisuda untuk menjadi seorang Al Hafidz, penghafal 30 juzz Al Qur'an.

Keamanan. Sesuatu yang jarang ditemukan di Gaza, ternyata bukanlah syarat mutlak untuk mencetak generasi Qur'an. Di tengah desingan peluru, mereka mendidik anak-anaknya dengan Al Qur'an. Dalam ancaman bom, mereka menerapkan pola asuh islami. Dalam suasana perang, anak-anak Gaza ini tumbuh kembang menjadi mujahid sejati.

Kalian tahu apa yang ada dalam benak penduduk Gaza tentang keamanan? 

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (Q.S. 13:28).

NB:
Aku jadi tertarik untuk mengupas pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di Gaza kepada anak-anaknya. Menurutku ini hal yang luar biasa. Adakah diantara teman-teman yang mengetahui hal detail tentang bagaimana para orang tua mendidik anak-anak mereka di jalur Gaza?
Comments
2 Comments

2 comments:

  1. Izin share artikel ini di blog kami ya, insya Allah bisa memotivasi pengajaran Qur'an di SDI Ramah Anak. Trim's, wassalam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan. Semua artikel di blog kami bebas untuk di-share. Semakin banyak yang membaca, semakin bermanfaat untuk orang banyak, insya Allah semakin banyak pahala yang mengalir.. :)

      Delete

Jika ada saran, komentar, atau ingin berbagi pengalaman, silahkan sahabat tulis disini.. :)